Langsung ke konten utama

Tentang Rasa

Bismillaah.

Rasa itu datang dari Allah. Sedih, kecewa, marah, kesal, senang, bahagia, pun dengan rindu.

Rasa itu Anugerah dari Allah untuk mewarnai tiap momen waktu kita, menjadikannya lebih hidup.

Di dalam rasa itu, Allah uji kita sekaligus ingin agar kita mendapatkan pahala.

Dengan sedih, kecewa, marah, kesal, kita tidak hanya dilatih dan diuji untuk bersabar, namun diingatkan bahwa satu-satunya pengharapan yang tidak akan mengecewakan adalah Pengharapan kepada-Nya.

Dengan senang, bahagia, kita diuji apakah jujur dalam bersyukur, apakah masih tetap ingat dengan-Nya dan menjadikannya pemicu untuk terus memperbaiki ibadah?

Begitu pun dengan rindu. Ini datang dengan izinnya. Meski, bisa datang karena dosa yang dilakukan bisa pula karena memang Allah yang menginginkan rasa ini. Jika datang karena dosa, maka kaidahnya adalah meminta ampun.

Lalu, aku jadi teringat perkataan seorang guru, Buya Yahya: "Seorang pemuda menahan cintanya karena takut kepada Allah. Kemudian ajal menjemput dan dia meninggal, maka ia mati dalam keadaan mati syahid."

Mashaa Allah.. Kebayang ga sih, mati syahid?! Iya, mereka yang meninggal karena mempertahankan aqidahnya meski dengan ganti nyawanya! Mereka diganjar dengan masuk surga dengan jalur khusus, yakni jalur tanpa hisab! Mungkin itu kenapa ada yang disebut "mujahadatun linafsihi" iya, jihad itu melawan hawa nafsu sendiri, sesuatu yang perlu mujahadah/kesungguhan..

Eits, jadi kita menahan diri aja nih? Iya, menahan diri yang dimaksud adalah menjaga diri dari hal-hal yang Allah tidak ridhoi, seperti mengingat/membayangkannya juga! So, bersungguh-sungguh supaya Allah ridho sama kita yang berusaha tidak melanggar larangannya meski sedang dimabuk rindu.. wkwk ((dimabuk)). Karena mengingatnya kan bisa zina hati :(

Terus gimana? Ya mujahadah/bersungguh-sungguh biar ga teringat!
Caranya menurut salah satu ustaz itu (Ust. Muhammad Nuzul Dzikri) adalah dengan sibukkan diri sesibuk-sibuknya, jika sudah selesai dalam satu urusan maka segera selesaikan urusan berikutnya!, Berdoa pastinya!, Bergaul dengan orang sholih/ah biar ada yang mengingatkan dan kita termotivasi untuk beramal terus!, Batasi komunikasi dan KEPO!, Dan yang terakhir adalah Puasa jika belum mampu menikah..

Yah, begitulah sharing hari ini, semoga bermanfaat dan Allah kuatkan kita untuk bisa mendapatkan pahala mati syahid karena takut tergelincir dalam hawa nafsu. AAMIIN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak Penjual Cukuran Kumis

  Ibarat kentut mau keluar, kalo ditahan sakit. Dikeluarin takut bau. Jadi aku cerita di sini, semoga tidak ada “bau”nya dan lega rasanya, hehe.   Tadi siang selepas dari kantor, aku berhenti sejenak pada sebuah masjid favoritku di sudut jalan pahlawan. Aku ambil spot teras masjid dekat pintu masuk wanita, bersandar pada dindingnya yang putih, lantas meraih tasku. Baru saja kubuka HP ini dan memeriksa notifikasi di Whatsapp, ada seorang Bapak usia 40-45 tahun yang menghampiriku. Jujur, agak kaget dan takut, beliau agak berdebu. Tapi beliau cukup sopan, dan beliau menawarkan jualannya, pencukur kumis yang dibandrol dengan harga Rp. 5.000 per piece. Dengan harga yang menunjukkan keseriusan dia mencari rezeki halal, aku pun memberikan uang lebih untuk 1 piece. Lantas dia bertanya tempat tinggal, aktivitas, usia, keluarga hingga nomor HP-ku. “Bu, boleh minta nomor HPnya?” To be honest, ini cukup random dan membingungkan, “Buat apa pak nomor HP?” Beliau bilang “Ya, kalo d...

Mengakui, Menerima, Memaafkan, dan Memperbaiki

  Dewasa ini, ada begitu banyak gangguan dalam menyelesaikan pekerjaan. Bukan hanya rasa malas, tetapi juga mood yang sering kali ikut memengaruhi. Mood ini kerap dipicu oleh berbagai hal—kejadian yang dialami, situasi sekitar, atau perlakuan orang lain. Untuk diriku sendiri, yang paling sering memengaruhi adalah input dari orang lain , baik berupa perkataan maupun perbuatan. Padahal, ada banyak kewajiban yang harus ditunaikan. Jika ditunda, semuanya akan menumpuk, membebani pikiran, dan pada akhirnya justru melelahkan diri sendiri. Di sisi lain, aku juga diingatkan agar tidak melakukan sesuatu hanya demi pengakuan atau pembuktian kepada orang lain. Sebab, tindakan yang tidak dilandasi keikhlasan bisa menjadi amalan yang sia-sia—tidak bernilai karena tidak diniatkan karena Allah. Seharusnya, setiap langkah yang diambil benar-benar ditujukan untuk mengharap rida-Nya semata. Dua hal inilah—kewajiban yang harus ditunaikan dan kewajiban untuk ikhlas—yang membuatku merasa perlu untu...

Perang armageddon

Peperangan Armageddon adalah peristiwa pertama sebagai permulaan dari serentetan huru-hara di akhir zaman, pertempuran ini adalah adalah perang penghancuran dan nuklir yang akan memusnahkan sebagian besar senjata-senjata strategis. Setelah itu, alat-alat dan senjata yang dipakai dalam peperangan selanjutnya adalah pedang, panah, dan kuda. Pengenalan Perang Armageddon Perang Armageddon adalah: 1. Peristiwa besar dan perang kehancuran 2. Pertemuan strategi dari perang raksasa yang sudah dekat waktunya 3. Perang persekutuan internasional (Perang Dunia) yang akan segera datang, yaitu yang sedang ditunggu oleh seluruh penduduk bumi pada hari ini 4. Ia adalah perang politik dan agama 5. Ia adalah perang raksasa oleh banyak pihak 6. Ia adalah perang yang paling besar dan dahsyat dalam sejarah 7. Ia adalah awal dari kemusnahan 8. Ia adalah perang yang dimulai dengan menyeluruhnya ‘perdamaian palsu’, sehingga orang-orang berkata, ‘perdamaian sudah datang’, ‘keamanan su...